Pemeriksaan Listrik oleh PLN

Beberapa tahun lalu menjelang Idul Fitri, pengontrak rumah saya menyodorkan berita acara dari PLN yang isinya menyatakan bahwa meteran PLN rumah tersebut telah dirusak segelnya. Untuk itu, pemilik diminta datang ke Kantor Area Pelayanan Cinere untuk menyelesaikan masalah. Karena ketidaktahuan, saya datang ke kantor PLN Cinere dan dijelaskan bahwa telah melakukan pelanggaran dan dikenai denda Rp 800.000.

Saya menyangkal telah memotong segel PLN, tetapi konsumen punya kekuatan apa? PLN lebih berkuasa dan jika tidak mau bayar, aliran listrik akan diputus. Akhirnya saya membayar denda tersebut. Hal serupa terjadi lagi, tetapi kali ini di rumah saya sendiri dan waktunya juga secara kebetulan berdekatan dengan menjelang Idul Fitri. Saya disodorkan berita acara dari PLN yang menyatakan, pelanggaran pemotongan segel ditambah pernyataan telah mem bypass aliran listrik sehingga tidak lewat meteran.

Berita acara ditandatangani oleh saksi yang kebetulan pembantu rumah tangga saya yang masih muda dan tak tahu apa-apa tentang kelistrikan. Saya kebetulan tidak berada di rumah. Kali ini dendanya Rp 4,7 juta sekian. Sebagai pelanggan PLN yang tidak pernah menunggak pembayaran PLN dan tidak pernah memodifikasi meteran PLN, memotong segel apalagi mem-bypass aliran listrik sehingga tidak lewat meteran sungguh merasa dirugikan.

Meteran PLN adalah milik PLN dan sebagai pelanggan tidak berani mengutik-utik. Setiap bulan petugas PLN datang untuk cek dan PLN juga yang punya hak mengutak-atik. Namun, dengan tiba-tiba PLN menyodorkan berita acara yang menjelaskan, pelanggan telah melakukan pelanggaran terhadap meteran listrik tersebut. Bukan tidak mungkin bahwa justru petugas pemeriksa PLN yang datang memeriksa tersebut yang memotong segel dan mem-bypass aliran listrik tanpa saya ketahui karena sering tidak berada di rumah.
Purnama Jalan Musholla At Taqwa Nomor 21, Gandul, Depok

Sumber : Kompas

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.

%d bloggers like this: