Illegal Fishing Rusak Lingkungan

Kegiatan illegal fishing biasanya dilakukan di daerah perairan pulau terluar Indonesia, seperti Natuna, Papua, maupun Sulawesi. Kenyataannya, kegiatan ini juga dilakukan di sekitar Kepulauan Seribu. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada 27 September 2008, kapal patroli kepolisian bernama Merpati 627, yang dipimpin Iptu Sugiyono, berhasil menggagalkan illegal fishing di perairan Kepulauan Seribu. Dua buah kapal penangkap ikan tersebut tidak menggunakan alat tangkap sesuai dengan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI).

Kegiatan illegal fishing telah merusak lingkungan perairan di Indonesia. Bila lingkungan sampai rusak, tentu akan mengganggu habitat ikan, sekaligus membuat ikan sulit berkembang biak. Di samping itu, praktek illegal fishing juga merupakan bentuk gangguan keamanan sumber daya laut yang berdampak buruk bagi terbentuknya pengelolaan pesisir dan laut secara lestari. Persoalan ini cukup serius bukan hanya bagi negara kita, tapi juga merupakan persoalan dunia yang mempunyai implikasi sangat kuat terhadap perikanan tangkap, karena kerusakan yang ditimbulkan sangat besar dalam skala luas serta pemulihannya memerlukan investasi besar dan waktu lama.

Masih maraknya praktek illegal fishing umumnya dipicu oleh permintaan terhadap sumber daya ikan yang sangat tinggi, baik untuk memenuhi kebutuhan ekspor maupun untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Penanganan untuk pengurangan penangkapan ikan ilegal itu mesti dilakukan sesegera mungkin dan menyentuh seluruh aspek. Selain diperlukan peningkatan intensitas operasional pengawasan oleh instansi terkait, diperlukan komitmen yang kuat oleh pihak-pihak yang terkait, baik pemerintah, akademisi, LSM, maupun pihak swasta dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber perikanan dan kelautan untuk secara bersama-sama memerangi praktek penangkapan ikan secara ilegal di perairan Nusantara. Tindak tegas oknum-oknum yang bertugas di perairan Indonesia apabila didapati ikut terjerumus dalam lingkaran hitam illegal fishing.

Yudi Prasetyo
Jalan Ciliwung , Margonda
Depok

http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2008/10/17/Opini/krn.20081017.145145.id.html

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.

%d bloggers like this: